
Kunjungan PMM Gel. 2 Kel. 25 ke UMKM “Batik Seng” Sengguruh Malang Dalam Rangka Melestarikan Kebudayaan Indonesia
Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi Hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kelompok 25 gelombang 2 yang diketuai oleh Agung Cendekia Putra Nusantara dan keempat anggotanya, antara lain Ananda Syadzwina, Mario Adi Prabudhi, Riska Anggraeni Siswatiningrum, dan Haura Tsabitah Kuswoyo mengadakan kegiatan di “Batik Seng” yang berlokasi di Sengguruh, Kepanjen, Malang dengan Dosen Pembimbing Lapangan Nu’man Aunuh, S.H., M.Hum.
Sebelum memasuki kegiatan utama yaitu membatik, kami melakukan pemeriksaan kepada karyawan di sana. Pemeriksaan ini diikuti dengan 25 karyawan secara bergantian. Pertama-tama kami melakukan registrasi untuk mendata dan mencatat rekam medis sekaligus melakukan pengecekan suhu menggunakan thermogun. Selanjutnya, tim kami memeriksa tekanan darah menggunakan sfigmomanometer. Kemudian, lanjut ke pos berikutnya yaitu cek gula darah dan asam urat. Setelah selesai semua kami mengedukasi kepada karyawan untuk tetap menjaga pola hidup yang sehat seperti olahraga yang cukup dan makanan, karena banyak penyakit yang berasal dari apa yang kita makan. Serta, memberi catatan khusus kepada karyawan yang memiliki tekanan darah tinggi atau rendah, gula darah tinggi, dan asam urat tinggi.
Banyak sebenarnya penyebab tekanan darah tinggi (> 140/90 mmHg), dapat disebabkan karena stress, merokok, sedangkan tensi yang rendah (< 90/60 mmHg) disebabkan karena kelaparan, dehidrasi, perubahan posisi terlalu cepat, anemia, heat stroke dan masih banyak lagi. Kadar gula darah normal di atas usia 20 tahun yaitu 100-180 mg/dl per hari. Penyebab gula darah tinggi yaitu ketika tubuh memiliki terlalu sedikit insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan benar (resistensi insulin). Kadar asam urat normal pada pria dewasa berkisar 3,4 - 7,0 mg/dl, sedangkan pada wanita dewasa berkisar 2,4 - 6,0 mg/dl. Faktor tersebut dapat disebabkan oleh faktor keturunan, cedera, konsumsi minuman manis, atau kondisi medis lainnya. Jika mengalami faktor di atas atau kondisi medis lainnya dapat dikonsulkan kepada dokter yang bertugas di puskesmas atau rumah sakit
.
Hal yang ditunggu-tunggu dari kegiatan ini ialah membatik. Dalam kegiatan ini kami diarahkan dengan Bunda Evi dan tim nya untuk melakukan apa yang seharusnya kita lakukan. Ternyata Batik Seng ini sedang menerima banyak sekali pesanan baju dari dinas-dinas yang cukup besar di Kepanjen. Tentu kami cukup tertegun mendengar dan melihat langsung kesibukan di antara kedatangan kita di sini. Akan tetapi, alhamdulillah kami diizinkan untuk bisa membantu kegiatan di Batik Seng ini.
Kami diarahkan ke tempat di mana karyawan biasanya bekerja. Di sana kami belajar bagaimana mencanting mengikuti pola yang sudah dibentuk dan mengajarkan kami bagaimana harus bersabar dalam mengerjakan. Karena membatik merupakan sebuah seni. Tidak hanya mencanting, tetapi kami juga diizinkan juga untuk mewarnai. Kami mencoba mewarnai kain tersebut secara bergantian dan berhati-hati.
Program dari Batik Seng ini sendiri tidak hanya membatik saja, namun juga melaksanakan lomba yang diikuti oleh karyawan itu sendiri kemudian akan mendapatkan hadiah yang telah disiapkan oleh panitia. Program ini biasanya dilakukan setiap pekan di hari Jum’at. Di sini kami membantu dalam menyiapkan set lomba dan membungkus hadiah-hadiah yang sudah kami siapkan, seperti sabun mandi, sabun cuci piring, detergen, snacks, dan masih banyak lagi.
Terakhir, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Batik Seng yang telah mengizinkan kami untuk melakukan PMM selama kurang lebih tiga pekan. Serta, Prof. Wahyudi Siswanto yang telah mengarahkan kami untuk dapat melaksanakan PMM di Batik Seng sehingga kami banyak mendapatkan insight baru serta pengalaman yang sangat berharga.